Dewasa. Pilihan atau Nasip?


    "Ih, kamu harus dewasa mau sampe kapan jadi pribadi yang kekanak-kanakan"
Yup, pasti kalian pernah dong dapet kalimat di atas ketika sedah curhat dengan teman atau sahabat kalian. Dewasa, dewasa, sebenarnya apasih dewasa itu?
Menurut orang di sekitar sih katanya dewasa itu adalah ketika kita mampu menghadapi suatu masalah yang sedang kita alami secara baik tanpa merugikan orang lain. Penyelesaian masalah dengan berpikir panjang bagaimana prediksi kedepannya perihal penyelesaian masalah yang ada. Dewasa juga identik dengan keep calm (tidak grusak-grusuk) mampu bersikap tenang dalam kondisi apapun. Kedewaaaan tiap orang memang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh masalah yang ada di kehidupan masing-masing. Orang yang berpikir dewaaa tentu sudah tak "kaget" ketika masalah menghampirinya. Mereka akan menghadapinya dengan tenang serta pemikiran yang matang bagaimana cara menyelesaikannya. Hal ini berbanding terbalik dengan pemilik sifat kekanan-kanakan, tentu masalah tersebut akan terlihat lebih rumit dan kita pun akan lebih banyak mengeluh ketimbang menyelesaikannya.

Mempunyai jiwa pemikiran yang dewasa sebenarnya tidak serumit itu. Hal yang pertama yang perlu kita ubah adalah pola pikir. Iya pola pikir akan menentukan sikap apa yang akan diambil. Dari sifat yang tadinya terburu-buru cobalah untuk tetap tenang dalam situasi apapun yang sedang dihadapi. Semakin tenang kamu menghadapi sesuatu, semakin besar pula mendapatkan solusi yang matang dan pemikiran yang matang pula. Orang yang dewasa biasanya bijak dalam bertindak, mereka berusaha tidaj melakukan kecerobohan. Mereka selalu berfikir jauh trntang resiko yang akan terjadi ketika melakukan tindakan secara terburu-buru. 

Lalu sebenarnya dewasa itu pilihan atau nasip. Tentu pilihan, setiap manusia berhak untuk memilih dewasa. Hal ini karena manusia bisa menentukan hidup yang lebih baik. Jika kamu memilih tetap bersikap kekanak-kanakan maka kamu harus siap menghadapi resiko apapun yang akan terjadi baik ketika ada masalah ataupun sedang dalam kondisi baik-baik saja. Hilangkan pikiran bahwa dewasa itu menjenuhkan. Dewasa tidak harus setiap saat karena ketika ketika kamu bersikap terlalu dewasa bisa jadi kamu akan menjadi sosok yang menjenuhkan bagi orang lain. Semua harus pas, semua harus pada tempat dan waktu yang pas. Ada kalanya kamu harus dewasa dan ada kalanya kamu harus seperti anak kecil yang lucu. Dewasa tak melulu perihal serius tapi perihal pembawaan diri yang tahu kondisinya. Yuk jadi pribadi yang dewasa guys. 

Komentar