Kontemplasi Hujan

Di luar hujan.
Deru petir menggelegar.
Petrichor mulai menenangkan
Tapi angin tetap penyegar.

Rasanya rindu itu jemu.
Untuk dirimu yang tak (sadar) ku tahu.
Lantas siapakah kamu.
Setia menyamun pikiranku.

Di luar (mulai) terang.
Riuh sapaan burung berkicauan.
Air tetap menggenang.
Meski hujan tak lagi berdatangan.

Sudah ku duga.
Semua begitu sempurna.
Namun tidak dengan kita.
Aku dengan pilihanku.
Kamu dengan "rasa bahagia" mu.

Di luar (sudah) terang.
Bunga mekar layak terbentang.
Kontemplasi perihal hujan.
Hanya iringan sebuah kehidupan.

Lekas masuk.
Dingin marasuk.
Kecuali jika kau hanya susuk.
Pergi atau diam khusuk.
Hujan.

19 November 2015

Komentar