Aku sampai pada titik bingung untuk memulai dari mana membenahi apa yang berantakan ini. Hati, iya hatiku masih berantakan. Meski sakitnya sudah berangsur hilang, tapi masih berantakan. Aku kehilangan banyak sosok yang sebenarnya menyayangiku dan hal itu tak bisa kudapatkan kembali. Aku yang saat ini kosong berusaha untuk bisa percaya lagi kepada orang lain. Aku yang setiap saat bisa menerima cerita orang lain tapi membiarkan dirinya sendiri lupa. Lupa bahwa aku perlu didengarkan, bahwa aku perlu mendengarkan keluhan diri sendiri.
Tak apa, sebulan lagi aku ulang tahun kado Tuhan pasti tak main-main.
Komentar
Posting Komentar